Feeds:
Posts
Comments
  1. Seorang guru SD yang cukup cerdas ingin menggabungkan diagnostik dengan Authentic Assessment melalui alat yang disebut rubrik. Bantulah dia mengembangkannya dengan memilih salah satu mata pelajaran untuk kelas tertentu.
  2. Pilih salah satu variabel non-kognitif, lalu kembangkan alat ukurnya melalui urutan logis sesuai dengan teori pengukuran (Nitko, 1985), diawali dengan merumuskan definisi konseptualnya, kemudian definisi operasionalnya berdasarkan definisi konseptualnya, lalu TOS berdasarkan definisi operasionalnya. Contoh: 5 butir minimal, cara uji validitas, serta cara menghitung koefisien reliabilitasnya (caranya saja; Anda tidak perlu menguji dan menghitungnya).
  3. Apa yang Anda tahu tentang digital assessment? Ceritakan konsepnya singkat

Notes

  • Jawaban di upload pada e-learning yang sudah disiapkan
  • Batas waktu memulai adalah Selasa, 28 Juli 2026, jam 9.30 AM
  • Batas waktu (DEADLINE) Jumat, 31 Juli 2026, jam 6.00 PM.
  • Bila terlambat 1 detik pun dianggap anda tidak ikut final test
  • Belajar baca dengan hati-hati dan jawab juga dengan logika
  • Good luck and take care yourself
  • Remember, all of you will be researcher & scientist in education, therefore, you have to be able to master this important course, anda BUKAN dan BELUM TENTU Calon Guru, ok
  1. Ada skripsi yang memiliki rumusan masalah “bagaimanakah pengembangan paket pembelajaran IPA berbasis Android untuk kelas 4 SD?”Sehingga skripsi ini punya judul “pengembangan paket pembelajaran IPA berbasis Android untuk siswa kelas 4 SDN di Kp. Rorotan, Jakarta” menggunakan jenis riset R&D dengan langkah ADDIE, yakni Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluation yang diawali dengan langkah R&D pertama yaitu Analisis Kebutuhan. Di dalam skripsi ditemukan bahwa sampel yang dipakai adalah purposif terpilih sebanyak 52 siswa, dan pada langkah implementasi dilanjutkan dengan memilih siswa kelas II SMP. Hasil temuan menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa makin baik setelah diukur menggunakan skala Likert dengan 4 opsi (sangat setuju-setuju-tidak setuju-sangat tidak setuju).
    Seandainya Anda diminta mereview, bantulah memberi ulasan dilengkapi dengan alasan logis “mengapa” DAN SEHARUSNYA YANG LOGIS BAGAIMANA, berturut-turut meliputi:
    a. Rumusan masalah dan judulnya?
    b. Langkah-langkah R&D-nya ?
    c. Sampel dan samplingnya?
    d. Alat ukurnya?
    e. Logika temuannya (logika keterkaitan antar variabelnya)?
    f. Sebagai kesimpulan akhir, Skripsi tersebut logik atau abal-abal, bagaimana menurut anda dan beri alasan logis jawaban anda.
  2. Jenis riset kualitatif
    a. Kata tanya apakah atau bagaimanakah dalam merumuskan masalah
    b. kunci utama pengamatan terhadap proses atau wawancara
    c. Diawali dengan deducto atau inducto-verificative-hypothetico
    d. Memerlukan teori atau tidak sejak penyusunan Bab 1, 2, dan 3?
    e. Menggunakan populasi/sampling atau pakai apa?
    f. Punya instrumen atau apa
    g. Ada validitas dan reliabilitas atau tidak dan bila tidak apa namanya untuk menguji keabsahan data hasil field-notes.
    Dibenarkan yang mana, lalu beri alasannya, why
  3. Seandainya anda diminta memberikan penilaian terhadap skripsi berikut yang berjudul “pengaruh media quizz terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD di Bekasi” maka lakukan penilaian secara ilmiah, berkaitan dengan kualitas dan logika riset yang dilaporkan dalam skripsi tersebut berturut-turut dengan argumen rasional dimulai dari;
    a. Perumusan masalahnya: Apakah terdapat pengaruh media quizz terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD?
    b. Hipotesis penelitiannya, Ha. Terdapat pengaruh media quizz terhadap hasil belajar math siswa kelas 3 SD dan H0. Tidak terdapat pengaruh media quizz nterhadap hasil belajar math.siswa kelas 3 SD.
    c. metode yang dipkai adalah survei dengan desain pre and posttest design melalui eksperimen Quasi.
    d. populasi adalah semua siswa kelas 3 SDN 05 pagi, di Taruma Jaya, Bekasi dengan sampling purposif dipilih 35 siswa
    e. Media quizz sebagai variabel bebas diukur dengan skala Likert dengan 4 opsi
    f. Validitas butir-butir tes untuk variabel terikat (skoring 1-0) dihitung menggunakan rumus korelasi Pearson lalu hasilnya dibandingkan dengam r-korelasi tabel pada alfa tertentu.
    g. Koefisien reliabilitas alat ukur tes dihitung dengan rumus alfa Cronbach.
    h.Hipotesis statistika diuji melalui regresi linier dan korelasi. Hasil penilaian anda diikuti dengan bagaimana yang seharusnya secara logis dan betulnya seperti apa atas skripsi tersebut di atas dan apa komentar singkat Anda secara akademik, apakah layak lolos atau tidak.
  4. Selain karena alasan tidak mampunya mahasiswa membedakan mana strategi (metode) pembelajaran dengan mana tindakan (action) dalam PTK (termasuk Action Research lain), maka berilah poin-poin alasan logis lain mengapa PTK tidak layak dan tidak ilmiah dijadikan skripsi untuk calon sarjana dan bukan (belum tentu) sebagai calon guru/pendidik.

Notes

  • Semua jawaban anda di upload pada e-learning kampus yang telah disiapkan.
  • Batas memulai kerjakan adalah Selasa, 28 Juli 2026 jam 1.00 PM, dan deadline adalah Jumat, 31 Juli 2026 tepat jam 6.00 PM.
  • Hati-hati baca soal dengan TELITI, jawab singkat namun logis terutama ALASAN Why-nya SESUAI dengan MATERI PPT dan Video PPT, dan BUKAN DARI BUKU ABAL-ABAL
  • Good luck n take care
  1. A teacher is correcting a student’s work for one of the subjects, and the teacher gives certain numbers. At the end of the correction, he writes several sentences as suggestions for improvement, along with praise for the student’s work. What the teacher is doing is giving logical reasons based on several topics that have been studied. (Seorang guru sedang mengoreksi hasil kerja murid untuk salah satu mata ajar, sambil guru tersebut memberi angka-angka tertentu, kemudian di akhir koreksiannya dia menuliskan beberapa kalimat berupa saran perbaikan sebagai feedback dan pujian terhadap hasil kerja murid tersebut). Guru itu sedang melakukan apa dan beri alasan logisnya berdasarkan beberapa topik yang sudah dipelajari).
  2. Based on the evaluation results, the teacher determines that the highest score obtained by the student is 60, so that the student has the highest final score in his class, while other teachers for other subjects determine the criteria that students must exceed, namely a score of 81, before the student has the right to continue to the next topic, explain logically, what events have been carried out by the two teachers? (Atas dasar hasil evaluasi, guru menentukan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 60, sehingga murid tersebut memiliki nilai akhir paling tinggi di kelasnya, sedangkan guru lain untuk mata ajar lain menetapkan kriteria yang wajib dilampaui murid, yakni skor 81, sebelum murid berhak lanjut untuk topik berikutnya.) Jelaskan secara logis peristiwa apa yang telah dilakukan oleh kedua guru tersebut?)
  3. When you are accepted to work as staff at one of the educational assessment institutions, and you are involved in evaluating a project about the activities carried out by students before going to 6th grade, then you are also asked to carry out an evaluation of them when the teaching subjects have not yet been completed, and you are also assigned to evaluate when the instructional program has ended. Explain logically what activities you are asked to do based on the material you have studied. (Saat Anda diterima bekerja sebagai staf di salah satu lembaga asesmen pendidikan dan Anda dilibatkan dalam mengevaluasi suatu proyek tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan murid sebelum naik ke kelas 6 SD, pada saat itu Anda diminta melakukan evaluasi kepada mereka pada saat mata ajar belum tuntas serta Anda juga ditugaskan mengevaluasi bila program instruksional sudah berakhir. Jelaskan secara logis kegiatan-kegiatan apa yang diminta Anda lakukan berdasarkan materi-materi yang telah Anda pelajari)

Notes:

  1. Your answers should be uploaded at your own e-learning after starting on Tuesday, 26 May 2026 and its deadline will be on Friday, 29 May 2026, at 12.00 noon.
  2. Short and logical answers are needed
  3. good luck
  1. Seorang mahasiswa calon sarjana pendidikan ingin meneliti hubungan non-kausal antara Locus of Control (LOC/X) murid dengan perilaku murid pro-kebersihan sekolah (PMPLS/Y) a). Bantu rumuskan masalahnya; b) rumuskan hipotesisnya; c) jenis dan metode apa yang dipakai dan jelaskan mengapa memilih jenis dan metode tersebut secara singkat tapi logis?
  2. Ada mahasiswa lain juga ingin meneliti apakah terdapat perbedaan perilaku interpersonal (ICB) murid kelas 4 SD antara murid yang menilai gaya kepemimpinan gurunya (A) transformasional (A1) dengan mereka yang menilai gaya kepemimpinan gurunya transaksional (A2), a) rumuskan hipotesis penelitiannya; b) jenis dan metode penelitiannya apa dan jelaskan dengan logis mengapa menerapkan jenis dan metode tersebut?
  3. Jelaskan singkat langkah-langkah sistematis dan logis yang digunakan untuk memperoleh jumlah sampel (n) sebesar 196 murid kelas 5 SD, bila Anda akan melakukan riset ilmiah dengan metode survei non-kausal untuk bahan menulis skripsi.

Notes:

  1. Your answers should be uploaded at our e-learning as usual, after starting time on 26 May, at 1.00 PM, and the deadline will be on 30 May 2026, at 1.00 PM.
  2. your answers should be written in words format, write directly on its space available to avoid me to do a download, if you eager.
  3. good luck

  1. A teacher is correcting a student’s work for one of the subjects, the teacher gives certain numbers, then at the end of the correction he writes several sentences in the form of suggestions for improvement as feedback and praise for the student’s work.
    What the teacher is doing and give logical reasons based on several topics that have been studied.
  2. Based on the evaluation results, the teacher determines that the highest score obtained by the student is 60, so that the student has the highest final score in his class, while other teachers for other subjects determine the criteria that students must exceed, namely a score of 81, before the student has the right to continue to the next topic, explain logically, what events have been carried out by the two teachers?
  3. When you are accepted to work as staff at one of the educational assessment institutions and you are involved in evaluating a project about the activities carried out by students before going to 6th grade, then you are also asked to carry out an evaluation of them when the teaching subjects have not yet been completed and you are also assigned to evaluate when the instructional program has ended. Explain logically what activities you are asked to do based on the material you have studied.

NOTES:

  1. Your answers should be uploaded at a given e-learning after starting (26 May) you do the test untill the deadline will be on Friday, 29 May 2026, exactly at 12.00 noon.
  2. Short but logic answers is needed
  3. good luck

A case as a result of the scientific work of a student who was interested in the relationship between students’ self-efficacy, abbreviated as SE, and their learning achievement, so he dared to state that the stronger student’s SE, the higher their learning achievement (PB), based on the results of reading theory from textbooks. Through correlational studies, significant results were obtained that confirmed this statement and this was used by teachers as one of the important principles of learning.
The student graduated and graduated as the best graduate and the results of his research were published in a reputable journal and read by millions of people, so it is believed that this principle is recognized by many teachers in making learning more efficient and effective.
A. What evidence is there of epistemology from the case above?
B. What evidence does the ontology have?
C. Is there any evidence of axiology
D. What is the evidence for the validity of positivism?
E. Is there proof of deductive logic?
F. Is there evidence that there is inductive logic?
G. What is the evidence for the formation of a new paradigm in PBM
H. What is the evidence of a scientific thought process from the case above?
I. Give a conclusion of only a maximum of two sentences about the role of philosophy of science in the development of human civilization, especially the way of thinking

Notes

  • Your answers should be submitted at your e-learning
  • read carefully when it is the deadline
  • Apply your own thinking ability to be independent students
  • wishing you all the best

  1. Berdasarkan teori diperoleh informasi bahwa sehebat apa pun strategi PBM math terhadap murid kelas IV SD, namun tetap skor motivasi belajar murid berpengaruh terhadap hasil belajar mereka, karena itu skor-skor motivasi murid tidak dapat diabaikan sebagai co-variances. Uji lah hipotesisnya pada alfa 0.05, apabila skor hasil belajar bhs Indonesia murid (X) diduga dipengaruhi juga oleh skor penguasaan vocab (Y) mereka bila data yang diperoleh sbb:
    Untuk treatment A
    Y: 5,5,8,7,7,6,8
    X: 6,7,6,8,7,9,8 (n = 7)
    Treatnent B
    Y: 6,7,7,5,8,5,8,9,7,8
    X: 7,7,7,8,6,8,7,8,8,8 (n = 10)
    Treatment C
    Y: 6,7,7,5,5,8 7,8,9
    X: 8,7,5,5,6,6,7,9,7 (n = 9)
  2. Terdapat hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia murid SD kelas VI antara yang diajar dengan strategi problem based learning/PBL + diskusi (X) dengan strategi PBL + Vocab untuk kelas lain (Y), namun kedua data kelas tersebut berasal dari sampel yang diperoleh dari populasi yang tidak berdistribusi normal, pada alfa 0.01.Ujilah hipotesis tersebut bila data sbb
    X: 7,6,6,7,8,6,7,8,9,10,8,9,10,8,9, (n = 15)
    Y: 5,5,6,7,7,6,5,8,9,8,9,7,8 (n= 13)
  3. Seorang calon sarjana pendidikan ingin memecahkan masalah risetnya apakah skor-skor bhs Inggris (BI) murid kelas VI SD tergantung pada tingkatan kemampuan komunikasi (KK) murid? Bila diperoleh data sbb, ada sebanyak 25 murid yang KK nya tinggi memperoleh skor BI di atas 80, ada sekitar 11 murid dengan KK tinggi dengan skor BI antara 69 – 79, ada sekitar 7 murid dengan KK tinggi dapat skor kurang dari 69, sedangkan ada sekitar 5 murid dengan KK rendah memperoleh skor di atas 80, ada sekitar 15 murid dgn KK rendah mendapat skor BI antara 69 – 79, dan sekitar 21 murid dengan KK rendah memiliki skor di bawah 69, maka ujilah hipotesisnya pada alfa 0.05
  4. Seorang calon sarjana ingin menguji hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa hasil belajar IPA siswa SD kelas V lebih baik bila diajar dengan strategi out-door learning (X) vs lab-approach (Y), bantulah uji pada alfa 0.001 terhadap perlakuan kedua kelas yang siswanya berbeda (kelas paralel) bila data sebagai berikut;
    X: 10,9,9,8,9,7,7,7,8,7,9, 8,7, 5 ,5,6,6,7,9,8,10,9,8,7,6(n = 25) dan
    Y: 8,8,7,7,6,6,8,7,6,5,5,8,9,8,9,7,5,4,4,6,5,7,8,7,9 (n= 25).
  5. Bantulah temanmu saat akan menguji hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat hubungan positif antara tingkat kecerdasan Adversiti ( Adversity Intelligence/X) dengan hasil belajar Mathematics (Y) murid SD kelas V pada alfa 0.01, bila pasangan data tampak sbb:
    X: 7,8,9,9,9,6,8,5,6,5,4,9,8,7,8,5,8,8,6,
    Y:7,7,8,9,7,6,7,6,5,6,4,8,9,7,6,4,9,7,5 (n pasangan data = 19)
  6. Sebuah eksperimen melibatkan 3 treatments yakni X, Y, dan Z, terhadap hasil belajar Math. Murid kelas IV SD, dengan hasil sbb
    A.: 9,8,9,7,8,6,9,9,6,6,8,7,9,7,8
    B: 7,7,8,8,6,8,8,6,8,9,8,7,9,7,7
    C: 6,6,5,5,6,7,8,7,6,5,9,9,8,7,5,
    n masing- masing = 15…
    Apabila diketahui data berasal dari populasi normal, maka ujilah hipotesis tersebut yang menyatakan terdapat perbedaan hasil belajar penjas ke3 treatments tetsebut pada alfa 0.05.

Notes:

  1. Read carefully instructions displayed at our e-learning
  2. Due to inconvenient climate that might affect your living house condition (hopefully not happening), I have a wise policy to let each of you freely select only 4 items that you feel be able to answer or to do those items you select, except someone who has done already all.
  3. don’t miss the deadline
  4. not to try to apply any softwares
  5. collaborative works are well required
  6. Wishing you all the best

Outcome-Based Education (OBE) is an educational approach that focuses on the results (or outcomes) that students should demonstrate after completing a course, program, or degree. Instead of emphasizing what lectureres want to teach, OBE emphasizes what students are expected to know, do, and value at the end of the learning experience.

Core Principle

“Start with the end in mind.”
Educators begin by defining the desired outcomes, then design curriculum, instruction, and assessment methods to ensure students achieve those outcomes.

Types of Outcomes in OBE

Typically, outcomes are divided into levels:

  • Program Outcomes (POs): Broad competencies students should gain (e.g., communication, critical thinking).
  • Course Outcomes (COs): Specific skills or knowledge from a course.
  • Learning Outcomes (LOs): Measurable statements of what students should be able to do after a lesson or topics.

Characteristics of OBE

OBE commonly emphasizes:

  • Clarity of focus (on outcomes)
  • Design down (begin from outcomes then design curriculum)
  • High expectations (students are expected to meet aligned standards)
  • Expanded opportunities (flexible pathways to achieve success)

Why OBE is used?

OBE is widely adopted because it promotes:

  • Alignment between teaching, assessment, and goals
  • Continuous quality improvement in education
  • Better accountability and transparency
  • Employability skills and competency-based learning
  • It is especially common in engineering, business, accounting, health sciences, and teacher education, often connected to accreditation frameworks (e.g., ABET, AACSB). Advantages of OBE
  • Focus on measurable competencies
  • Encourages active learning and performance-based assessment
  • Bridges education with industry and real-world needs
  • Encourages curriculum innovation and flexibility.

Criticism/Challanges

Despite its strengths, OBE can face issues such as:

  • Heavy documentation and administrative work
  • Risk of becoming overly standardized or bureaucratic
  • May undervalue creativity if outcomes are too rigid
  • Requires faculty training and systematic assessment culture.

References

ABET. (2024). Criteria for Accrediting Engineering Programs. Accreditation Board for Engineering and Technology.

AACSB. (2020). Eligibility Procedures and Accreditation Standards for Business Accreditation. Association to Advance Collegiate Schools of Business.

Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University (4th ed.). Open University Press / McGraw-Hill.

Harden, R. M. (2007). Outcome-based education: The future is today. Medical Teacher, 29(7), 625–629.

Killen, R. (2000). Standards-referenced Assessment and Reporting: A Research Synthesis. Australian Curriculum Studies Association.

Killen, R. (2007). Teaching Strategies forOutcomes-based Education. Juta Academic.

Mager, R. F. (1997). Preparing Instructional Objectives (3rd ed.). CEP Press.

Morcke, A. M., Dornan, T., & Eika, B. (2013).Outcome-based education: Lessons learnt from medicine. Medical Teacher, 35(2), pp.159–166.

Spady, W. G. (1994). Outcome-Based Education: Critical Issues and Answers. American Association of School Administrators (AASA).

Spady, W. G. (1988). Organizing for results: The basis of authentic restructuring and reform. Educational Leadership, 46(2), 4–8.

Washington Accord / International Engineering Alliance (IEA). (2023).Graduate Attributes and Professional Competencies.

UNESCO. (2017). Education 2030: Incheon Declaration and Framework for Action.

I Made Putrawan, Prof. (January, 21, 2026)

Telah menjadi budaya akademik bagi para mahasiswa pada saatnya akan menyiapkan tugas karya ilmiah untuk memenuhi salah satu syarat menjadi sarjana, magister, atau doktor. Ketiganya tersebut memiliki kesamaan yaitu sama-sama merupakan hasil penulisan yang wajib didasarkan pada hasil penelitian (riset) ilmiah. Apabila tulisan yang dibuat bukan dari hasil riset ilmiah, maka tidak logis dapat disebut skripsi, tesis, apalagi disertasi.Sebab sarjana, magister, dan doktor itu adalah ilmuwan dalam bidangnya masing-masing.
Berdasarkan pengalaman puluhan tahun sebagai pembimbing skripsi, tesis, maupun disertasi, apabila ada mahasiswa yang datang bawa judul, langsung ditolak, sebab tujuan utama mahasiswa melakukan riset ilmiah adalah untuk belajar memecahkan masalah, sesuai bidangnya, melalui riset ilmiah yang dituangkan dalam tulisan ilmiah dalam bentuk skripsi, tesis, ataupun disertasi.
Jadi yang utama bukan judul, sebab atas dasar judul tidak akan diketahui arah riset ilmiah yang dilakukan mahasiswa, khususnya arah kesukaan mahasiswa untuk menerapkan jenis penelitian apa. Hal ini tidak akan tampak hanya dari judul, apalagi judul yang disampaikan sering kacau dan tidak logis, karena menggunakan kata awal yang tidak berbau riset ilmiah seperti diawali dengan kata analisis (karya ilmiah wajib sintesis), implementasi, penerapan(kalau diterapkan apakah perlu riset?), pemanfaatan, pengembangan (tapi tidak jelas produk yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan apa), bahkan ada yang bikin judul menggunakan kata pengaruh, namun berikutnya dipakai kata studi kasus (jelas judul ini membingungkan sebab begitu mahasiswa menggunakan kata pengaruh, otomatis dan logis arah risetnya ke kuantitatif, namun begitu ada studi kasus, ini ciri risetnya berbau kualitatif, kacau dan rancu kan).
Karena itu, strategi yang tepat untuk diawal-awal disiapkan adalah rumusan masalah guna dikonsultasikan dengan para pembimbingnya. Apabila pembimbing justru meminta judul, maka ketahuan pembimbing seperti ini belum kompeten membimbing atau ketahuan yang bersangkutan memiliki kemampuan riset yang masih lemah.
Apa syarat-syarat untuk dapat memenuhi rumusan masalah adalah ilmiah. Ada tiga syarat (1). Dirumuskan dengan kalimat tanya, apakah cocok untuk kata tanya kuantitatif, dan bagaimana tepat untuk kualitatif atau R&D, hindarkan kata tanya, seberapa besar, sejauh mana, dsb yang mencirikan kata tanya tidak ilmiah;(2) kalimat tanya tersebut minimal memiliki dua variabel (faktor) yang secara teoretik keduanya atau lebih memang berkaitan; dan (3) variabel-variabel tersebut wajib dapat diukur (measurable) dan managable.
Bila rumusan masalah tersebut disetujui, maka langkah selanjutnya baru merumuskan judul yang menarik sesuai dengan rumusan masalah, sehingga penulisan proposal riset ilmiah sudah siap dapat dilakukan.
Karena itu, perlu disarankan dua hal (1) jangan menyiapkan proposal pada saat status mahasiswa sudah bebas kuliah, namun perlu disiapkan sejak semester 6 (S1) dan semester 2 (S2 atau S3), sebab atas dasar pengalaman sebagai kaprogdi S2 dan S3 puluhan tahun, mahasiswa gagal lulus bukan karena kuliah-kuliah, akan tetapi gara-gara gagal melakukan riset, sebab timing menyiapkan proposal riset sangat terlambat yakni setelah bebas mata kuliah; (2) pilih variabel yang sangat disukai (tentu sesuai bidang studinya) dan karena disukai wajib akan dikuasai, sehingga saat mempertahankan dalam sidang, yakin mampu jawab sesuai dengan konsep-konsepnya, maka dari itu mahasiswa wajib gunakan buku-buku sumber primer (text books), hindari buku-buku lokal.
Oleh karena itu, atas dasar text books, maka akan lebih kuat memperoleh definisi-definisi konseptual terhadap variabel yang dipilih dan memudahkan memperoleh model teoretiknya guna mendukung dalam perumusan hipotesis penelitian sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hindari juga mengutip definisi-definisi bersumber dari artikel pada jurnal-jurnal, sebab artikel hanya isinya merupakan research findings, karena itu logikanya artikel merupakan sumber sekunder. Sumber artikel lebih cocok untuk riset relevan dan pembanding saat menulis diskusi atau pembahasan atas dasar hasil riset kita.
Beberapa contoh rumusan masalah ilmiah (kuantitatif)

  • apakah terdapat hubungan antara self-concepts dengan hasil belajar math siswa kelas 4 SD? (Skripsi)
  • apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD antara kelas yang diajar dengan discovery dibimbing dengan discovery mandiri?(skripsi)
  • apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan (X1) dan kepribadian (X2) dengan motivasi guru SD (Y)? (Tesis). Dst…
  • Semoga bermanfaat
    Solaria, HI,
    Kamis 6 Nov 2025
    Jam 16.30

Manakah aliran yang paling berperan (dan paling berperan sebagi peringkat kedua) dalam filsafat ilmu, khususnya dalam perkembangan ilmu sampai di era sekarang dari sederet aliran berikut ini, naturalism, idealism, pragmatism, realism, postivism, interpretivism, dan romanticism.


Which school (aliran) plays the most role (and plays the second most role) in the philosophy of science, especially in the development of science up to the present era, from the following series of schools, naturalism, idealism, pragmatism, realism, positivism, interpretivism, and romanticism?

Notes:

  • your answer should be uploaded at your e-learning, remember its deadline
  • your answer will not exceed 250 words for each paragraph and maximun of your paragraph is two
  • If your answers show an indication that you use AI, such as ChatGPT, you will get minus 25 …..therefore, try use your own thought.
  • if break this rule, you will not have mid-test score…
  • good luck
Design a site like this with WordPress.com
Get started